JAKARTA - Aroma harum pandan yang mengepul dari kukusan dan lelehan gula merah di tengah adonan selalu menjadi ciri khas kue putu.
Jajanan tradisional ini sudah lama dikenal sebagai camilan manis yang menghadirkan perpaduan tekstur lembut, sedikit berpasir, dan sensasi gurih dari taburan kelapa parut. Kini, banyak orang mulai mencari cara buat kue putu tanpa bambu karena dinilai lebih praktis untuk dapur rumahan modern.
Selama ini, kue putu identik dengan cetakan bambu dan suara khas uap panas saat proses pengukusan. Namun perkembangan teknik memasak membuat proses tersebut bisa disiasati dengan berbagai alternatif alat yang lebih mudah ditemukan. Tanpa menghilangkan rasa dan aromanya, kue putu tetap bisa dibuat dengan cara yang lebih fleksibel.
Membuat kue putu di rumah bukan lagi hal yang rumit. Dengan penyesuaian sederhana pada cetakan dan teknik pengolahan, hasil akhirnya tetap lembut, harum, dan menggugah selera. Inovasi ini memudahkan siapa saja untuk menikmati jajanan pasar favorit tanpa harus memiliki peralatan tradisional.
Bahan-bahan Pilihan untuk Kue Putu Tanpa Bambu
Persiapan bahan menjadi tahap penting yang menentukan kualitas rasa dan tekstur kue putu. Bahan yang tepat akan menghasilkan adonan yang lembap, lembut, dan mudah dibentuk.
Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
Tepung beras (200–400 gram)
Air (100–225 ml)
Garam (1/4–1 sendok teh)
Gula merah (100–250 gram)
Kelapa parut (100–300 gram)
Daun pandan
Pasta pandan atau pewarna makanan hijau
Tepung ketan putih (100 gram, opsional)
Kombinasi bahan ini membentuk karakter utama kue putu, mulai dari rasa manis legit gula merah hingga aroma harum pandan yang khas.
Cara Membuat Kue Putu Tanpa Bambu
Proses pembuatan kue putu tanpa cetakan bambu memerlukan tahapan yang runtut agar hasilnya matang sempurna dan bertekstur lembut.
Siapkan cetakan pengganti bambu, seperti gulungan daun pisang yang direkatkan dengan staples atau tusuk gigi, cetakan plastik kecil, cetakan kue mangkuk, atau gelas tahan panas.
Kukus tepung beras selama 15–25 menit hingga matang dan bertekstur ringan. Angkat dan biarkan dingin. Sambil menunggu, campurkan kelapa parut dengan sedikit garam dan daun pandan, lalu kukus selama 10–15 menit agar tidak cepat basi dan rasanya lebih gurih.
Campurkan tepung beras kukus dengan garam. Tambahkan air hangat, air pandan, atau jus pandan/suji sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan berbutir dan lembap. Jika menggunakan pasta pandan atau pewarna, masukkan pada tahap ini.
Ayak adonan menggunakan saringan kasar sambil ditekan-tekan hingga adonan halus dan tidak menggumpal. Proses ini penting untuk mendapatkan tekstur kue yang lembut dan empuk.
Isi cetakan dengan setengah bagian adonan tanpa ditekan. Tambahkan gula merah sisir di bagian tengah, lalu tutup kembali dengan sisa adonan hingga penuh.
Panaskan kukusan hingga air mendidih dan uap banyak. Kukus adonan selama 10–20 menit hingga matang, dengan penutup kukusan dilapisi kain bersih agar uap air tidak menetes ke kue.
Angkat dan sajikan kue putu selagi hangat dengan taburan kelapa parut kukus.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kue putu tetap menghadirkan sensasi lembut dan gula merah yang meleleh di bagian tengah.
Varian Kue Putu Tanpa Bambu yang Praktis
Kue putu tanpa bambu tetap bisa tampil menarik dengan berbagai alternatif cetakan modern. Setiap pilihan memberikan pengalaman berbeda tanpa mengurangi cita rasa tradisionalnya.
Kue Putu Cetakan Muffin – Menggunakan cetakan muffin berbahan logam atau silikon yang memudahkan proses pengukusan dan menghasilkan bentuk kue yang seragam.
Kue Putu Gulungan Daun Pisang – Menggulung daun pisang sebagai pengganti bambu untuk menciptakan aroma khas dan tampilan tradisional.
Kue Putu Gelas Kaca Tahan Panas – Memanfaatkan gelas kaca kecil sebagai cetakan alternatif yang praktis dan mudah dilepaskan setelah matang.
Kue Putu Cetakan Plastik Tahan Panas – Menggunakan cetakan plastik khusus kukusan yang ringan dan fleksibel, cocok untuk pemula.
Kue Putu Kukus Loyang – Adonan dikukus dalam loyang lalu dipotong-potong, menghasilkan tampilan sederhana namun tetap lezat.
Kue Putu Mini Cup – Menggunakan cup kertas tahan panas atau cetakan mini untuk sajian praktis dan tampilan menarik.
Beragam pilihan ini membuat proses pembuatan kue putu lebih mudah disesuaikan dengan peralatan yang tersedia di rumah.
Tips Jitu Agar Kue Putu Lembut dan Tidak Bantat
Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama proses pembuatan.
Pilih tepung beras berkualitas baik dan sangrai sebentar hingga kering agar tidak mudah menggumpal saat dicampur air. Hindari menekan adonan terlalu padat saat mengisi cetakan, karena dapat membuat kue putu menjadi keras dan bantat.
Ayak adonan setelah tercampur untuk memastikan teksturnya halus dan bebas dari gumpalan. Pastikan kukusan sudah panas dan menghasilkan uap banyak sebelum adonan dimasukkan agar kue matang merata dan mengembang sempurna.
Gunakan daun pisang sebagai lapisan cetakan untuk memberikan aroma khas sekaligus mencegah kue lengket. Sesuaikan jumlah air dengan kelembapan tepung beras dan tuangkan secara bertahap agar konsistensi adonan tetap ideal.
Dengan teknik yang tepat dan bahan berkualitas, cara buat kue putu tanpa bambu tetap menghasilkan tekstur lembut, wangi pandan yang khas, dan lelehan gula merah yang menggoda. Inovasi ini membuktikan bahwa jajanan tradisional bisa tetap autentik meski dibuat dengan cara yang lebih modern dan praktis.