JAKARTA - Menjelang arus mudik dan balik Lebaran, kesiapan infrastruktur jalan menjadi perhatian utama aparat kepolisian.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan terjadi dalam beberapa pekan ke depan, sejumlah ruas jalan di berbagai daerah masih dalam tahap perbaikan. Kondisi ini diakui langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat yang digelar untuk menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Idulfitri. Pemantauan dilakukan secara langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan jalur utama yang akan dilalui pemudik.
Perbaikan Jalan Masih Berjalan di Sejumlah Daerah
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengakui sampai saat ini proses perbaikan jalan-jalan yang rusak atau berlubang masih berlangsung di berbagai daerah.
Agus menjelaskan pemantauan kondisi jalan ini dilakukan dalam rangka persiapan Operasi Ketupat yang digelar khusus untuk memastikan keamanan selama momen arus mudik-balik lebaran.
“Kata kunci dari pada operasi ketupat adalah kolaborasi. Jadi, kami sudah rapat, sudah kemarin saya ngecek, sampai ke Trans Sumatera, memang masih ada jalan yang rusak, tetapi masih dalam proses perbaikan,” kata Agus.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam percepatan perbaikan jalan. Sinergi antara kepolisian dan pihak terkait diharapkan mampu meminimalkan potensi hambatan selama arus mudik berlangsung.
Tol Trans Sumatera Jadi Sorotan
Kondisi jalan yang rusak, lanjut Agus, sempat ditemukan di Tol Trans Sumatera. Di mana kerusakan dipengaruhi akibat kondisi cuaca yang hampir serentak mengalami hujan intensitas tinggi.
“Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak,” tuturnya.
Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Lubang dan permukaan jalan yang tidak rata berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis menjelang Lebaran.
Karena itu, pengecekan langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan progres perbaikan berjalan sesuai target. Langkah ini juga menjadi bentuk antisipasi agar tidak terjadi gangguan signifikan terhadap arus kendaraan.
Target Rampung H-7 Lebaran
Kendati demikian, Agus menyampaikan dari hasil koordinasi dengan stakeholder yang bertanggungjawab dalam perbaikan jalan, dimungkinkan seluruh proses selesai H-7 Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
“Tetapi H-7. Ini, kemungkinan bisa selesai semuanya,” terang dia.
Target penyelesaian pada H-7 Lebaran dinilai krusial mengingat pada periode tersebut arus kendaraan biasanya mulai meningkat. Dengan rampungnya perbaikan sebelum puncak mudik, diharapkan risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam perbaikan infrastruktur jalan. Kepastian waktu penyelesaian menjadi bagian penting dalam skema besar pengamanan mudik tahun ini.
Operasi Ketupat dan Skema Pengamanan
Adapun terkait perkiraan pelaksanaan Operasi Ketupat dengan Tagline Mudik Aman, Masyarakat Bahagia, akan digelar pada 13 Februari - 26 Maret. Namun untuk waktu pastinya akan disampaikan secara resmi oleh Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri, Komjen Pol Fadil Imran.
“Nanti dari AstamaOps ya, secara keseluruhan akan mempersiapkan posnya di mana, pos pam-nya berapa, personelnya berapa nanti sudah kita siapkan semua,” tukas Agus.
Operasi Ketupat merupakan agenda tahunan kepolisian yang berfokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik. Selain memastikan kondisi jalan layak dilalui, operasi ini juga mencakup pengaturan lalu lintas, pendirian pos pengamanan, serta penempatan personel di titik-titik strategis.
Dengan adanya koordinasi yang intensif dan pemantauan langsung terhadap kondisi jalan, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih aman dan lancar. Perbaikan infrastruktur yang masih berlangsung menjadi bagian dari upaya besar memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman.
Di tengah tantangan cuaca dan tingginya mobilitas, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan pengamanan mudik. Target penyelesaian perbaikan jalan sebelum H-7 Lebaran menjadi penanda optimisme bahwa infrastruktur akan siap mendukung lonjakan arus kendaraan.