JAKARTA - Di tengah dinamisnya perkembangan industri jasa kecantikan, Pemerintah Kabupaten Balangan mengambil langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakatnya. Bukan sekadar memberikan bantuan materi, pemerintah setempat memilih untuk melakukan investasi jangka panjang melalui transfer keterampilan. Melalui inisiatif ini, wajah-wajah antusias warga Balangan tampak memenuhi ruang pelatihan, membawa harapan besar untuk mengubah hobi dan ketertarikan pada dunia kosmetik menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Pemerintah Kabupaten Balangan kembali menghadirkan program peningkatan keterampilan bagi masyarakat melalui pelatihan tata rias wajah dan kecantikan kulit muslimah. Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi bangkitnya ekonomi keluarga melalui sektor UMKM berbasis jasa. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja ini bekerja sama dengan LPK Dahlia di Hotel Ar-Raudah.
Sinergi Instansi dan LPK dalam Membentuk Kompetensi
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis sekaligus wawasan kewirausahaan di bidang jasa kecantikan. Mengingat standar industri kecantikan yang semakin tinggi, materi yang diberikan pun tidak sembarangan. Selama tiga hari, peserta menerima materi teori dan praktik, mulai dari teknik dasar make up, perawatan wajah, hingga strategi melihat peluang usaha di sektor kecantikan.
Pemateri dari LPK Dahlia, Wahidah, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat. Ia melihat bahwa sinergi antara dinas terkait dengan lembaga pelatihan adalah kunci untuk menghasilkan output yang berkualitas.
Legalitas dan Sertifikasi sebagai Modal Daya Saing
Satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan belajar secara otodidak melalui media sosial adalah adanya pengakuan resmi terhadap keterampilan yang dikuasai. Ia menjelaskan bahwa program yang diberikan telah terakreditasi, sehingga para peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang memiliki legalitas dan dapat dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha mandiri.
Di dunia kerja saat ini, bukti kompetensi berupa sertifikat menjadi sangat vital. Hal ini memberikan rasa percaya diri bagi konsumen saat ingin menggunakan jasa para peserta nantinya. "Kompetensi peserta diakui secara resmi. Dengan sertifikat tersebut, peluang untuk bekerja maupun membuka usaha tentu lebih terbuka," jelasnya.
Pesan Disiplin dan Pemanfaatan Fasilitas Daerah
Wahidah juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan sungguh-sungguh, mengingat biaya pelatihan kecantikan secara mandiri relatif tinggi dibandingkan dengan fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah. Pelatihan semacam ini di luar sana sering kali memakan biaya jutaan rupiah, namun warga Balangan mendapatkannya secara gratis melalui program pemerintah.
"Kami berharap peserta bisa memanfaatkan waktu pelatihan yang singkat ini dengan maksimal, disiplin mengikuti materi, serta aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Siapa tahu keterampilan yang diperoleh di sini nantinya menjadi sumber penghasilan utama," pungkasnya. Kedisiplinan peserta selama tiga hari pelatihan akan menjadi cermin profesionalisme mereka saat kelak terjun langsung ke tengah masyarakat sebagai perias atau terapis kecantikan.
Target Jangka Panjang: Pertumbuhan Ekonomi Keluarga di Balangan
Misi besar di balik agenda ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif. Melalui pelatihan ini, Pemkab Balangan berharap lahir tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor jasa kecantikan guna meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat Kabupaten Balangan.
Dengan lahirnya para penata rias dan ahli kecantikan kulit baru, diharapkan sirkulasi ekonomi di dalam kabupaten dapat berputar lebih cepat. Keterampilan yang dimiliki oleh para muslimah ini bukan hanya tentang mempercantik fisik, tetapi lebih dari itu, merupakan alat untuk mempercantik masa depan ekonomi Kabupaten Balangan secara keseluruhan.