Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:38:44 WIB
Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

JAKARTA -  Optimisme industri otomotif nasional pada awal 2026 dimanfaatkan BYD untuk memperkuat langkahnya di Indonesia. 

Alih-alih sekadar mempertahankan lini produk yang sudah ada, BYD Indonesia justru memperluas portofolio kendaraan listrik berbasis baterai penuh (BEV) guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. 

Strategi ini sekaligus menegaskan ambisi perusahaan dalam memperkokoh posisinya di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.

Pada ajang Indonesia International Motor Show, BYD Indonesia menghadirkan dua pilihan kendaraan terbaru mereka yang menyasar dua segmen berbeda, yakni BYD Atto 3 Advanced Plus dan BYD Sealion 7 Extended yang semakin melengkapi jajaran SUV listrik BYD di Indonesia. 

Kehadiran dua model tersebut memperlihatkan pendekatan berbeda: satu untuk kebutuhan mobilitas harian yang praktis, dan satu lagi untuk konsumen yang membutuhkan SUV listrik berkapasitas besar dengan daya jelajah panjang.

“Momentum positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan bagi masyarakat. Salah satu respons yang kami lakukan adalah melengkapi pilihan di segmen SUV, guna menjawab kebutuhan mobilitas yang kian beragam serta preferensi konsumen yang terus berkembang,” kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Penjualan Januari Melonjak Signifikan

Keberanian BYD Indonesia dalam menyajikan perluasan portofolio tersebut, turut dibarengi dengan penjualan yang cukup positif sepanjang Januari 2026 dengan membukukan penjualan 5.200 unit, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Respons konsumen terhadap produk-produk BYD disebut menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan tersebut.

Secara kumulatif, penjualan kendaraan BEV di Januari 2026 mencapai angka 8.000 unit. Sumbangsih BYD terkait penjualan BEV di tingkat nasional ini, berhasil membuat mereka meraih pangsa pasar sebesar 60 persen.

“Peningkatan signifikan yang dicatatkan BYD pada Januari 2026 dengan pertumbuhan hampir lima kali lipat dibandingkan tahun lalu dan pangsa pasar yang melampaui 60 persen, menjadi refleksi kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan kualitas produk yang kami hadirkan,” ujar dia.

Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai salah satu pemain dominan di segmen kendaraan listrik murni nasional, sekaligus memperkuat citra merek di mata konsumen.

Sealion 7 Extended dengan Daya Jelajah Lebih Jauh

Oleh karena itu, pihaknya mempercayakan dengan hadirnya kendaraan-kendaraan baru ini seperti Sealion 7 Extended dapat semakin memperkuat citra perusahaan di industri otomotif nasional.

Menurut catatan yang ada, kendaraan ini membawa kapasitas baterai yang cukup besar, yakni 91,39 kWh, memungkinkan jarak tempuh hingga 650 km (NEDC), atau bertambah sekitar 83 km dibandingkan varian sebelumnya.

Dengan demikian, peningkatan yang terjadi di kendaraan ini semakin memperkuat peran Sealion 7 sebagai high SUV listrik yang mampu mendukung penggunaan sebagai kendaraan utama.

Sealion 7 Extended dibanderol dengan harga Rp859 juta dan hadir dengan pilihan warna eksterior baru yaitu Parkour Red, serta interior hitam yang untuk memperkuat kesan premium dan dinamis.

Daya jelajah hingga 650 km menjadi salah satu nilai jual utama model ini, terutama bagi konsumen yang mengutamakan perjalanan jarak jauh tanpa sering melakukan pengisian ulang baterai.

Atto 3 Advanced Plus untuk Mobilitas Harian

Sementara untuk BYD Atto 3 Advanced Plus diklaim oleh perusahaan dapat menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan, fitur keselamatan, dan kemudahan penggunaan untuk kebutuhan mobilitas harian yang ditawarkan hanya dengan Rp415 juta.

Model ini diposisikan sebagai SUV listrik yang lebih terjangkau dibandingkan Sealion 7 Extended, namun tetap membawa fitur dan teknologi yang relevan untuk konsumen urban.

Kehadiran Atto 3 Advanced Plus memperluas opsi di segmen SUV listrik menengah, sekaligus menjangkau konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif tanpa mengorbankan fitur utama.

Dengan banderol Rp415 juta, kendaraan ini diharapkan mampu menarik minat pasar yang lebih luas, terutama pengguna yang baru pertama kali beralih ke kendaraan listrik.

Strategi Memperkuat Posisi di Industri Nasional

Langkah ekspansi portofolio ini memperlihatkan strategi BYD Indonesia yang tidak hanya fokus pada volume penjualan, tetapi juga pada keberagaman produk. Dengan menghadirkan model di berbagai rentang harga dan spesifikasi, BYD berupaya menjangkau lebih banyak segmen konsumen.

Momentum pertumbuhan penjualan di awal 2026 menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk terus berinovasi. Kombinasi antara performa penjualan yang meningkat signifikan dan peluncuran model baru mempertegas komitmen BYD dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dengan pangsa pasar yang telah melampaui 60 persen di segmen BEV pada Januari 2026, BYD menunjukkan bahwa strategi agresif mereka mulai membuahkan hasil. 

Ke depan, perluasan portofolio diharapkan mampu mempertahankan tren positif sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemimpin kendaraan listrik di Indonesia.

Terkini